Sepi aku sendiri terjebak direntan hari
Takut menghalangi batasi gerak diri
Akal sehatku mati agungkan yang tak pasti
Mautpun membayangi tak sanggup kusembunyi
Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi
Asa yang menari menggeliat dibenakku
Samar nurpun melambai
Memanggilku ‘tuk kembali
Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi
Satu sisi melimpah berkah memeluk lelahku
Satu sisi takkan kulepas temani hariku
Satu sisi telah terhapus
Sisakan perih yang dalam
Satu sisi telah terlahir
Pecahkan sunyi yang panjang
Pencarian musik lirik lagu:

Roman Picisan – Dewa
Tatap matamu bagai busur panah Yang kau lepaskan ke jantung hatiku Meski kau simpan cintamu masih Tetap nafasku wangi hiasi suasana Saat kau kecup manis bibirmu Cintaku tak harus,miliki dirimu Meski perih mengiris-iris segala janji Aku berdansa
Satu Hati – Dewa
Melati maafkan aku lagi Ternyata tak semudah di angan Mencoba untuk bertahan Di sela pertengkaran yang terjadi Mengapa satu rasa berlari Mengejar segala perbedaan Yang seharusnya tak ada Di batas bening jiwa Kita semestinya satu hati meraih
Kirana – Dewa
Kucoba memahami tempatku berlabuh Terdampar di keruhnya satu sisi dunia Hadir dimuka bumi tak tersaji indah Kuingin rasakan cinta Lusuh lalu tercipta mendekap diriku Hanya usung sahaja kudamba kirana Ratapan mulai usang nur yang kumohon Kuingin rasakan
Kamulah Satu Satunya – Dewa
Laras hati berkelana iris janji Mengukir bisikan bisikan memacu hasrat Desir - desir mimpi isyaratkan legit dunia Kamulah satu satunya Yang ternyata mengerti aku Maafkan aku selama ini Yang sedikit melupakanmu Segala santun yang kau endap dijiwaku
Pupus – Dewa
Aku tak mengerti ... apa yang kurasa, Rindu yang tak pernah ... begitu hebatnya Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu ... Meski kau tak akan pernah tahu Aku persembahkan ... hidupku untukmu, Telah kurelakan





